Pages

Kamis, 05 Juli 2012

Penyakit Sifilis

Pengertian Sifilis

Sifilis adalah penyakit yang ditularkan terutama melalui hubungan seks yang disebabkan oleh bakteri triponema pallidum. Sifilis bukan hanya menyerang alat kelamin tetapi juga organ tubuh lain terutama jantung, otak, dan susunan saraf.
Selain penularan lewat hubungan sex sifilis juga bisa menular lewat kontak badan,dan juga bisa menular lewat kamar madi umum.


Gejala Penyakit Sifilis

Tanda dan gejala sifilis tergantung berat ringannya penyakit. Secara umum gejala sifilis dapat dibedakan menjadi tiga stadium.


Stadium satu (primary syphilis).

Stadium ini ditandai oleh munculnya luka yang kemerahan dan basah di daerah vagina atau penis, poros usus atau mulut. Luka ini disebut dengan chancre, dan muncul di tempat spirochaeta masuk ke tubuh seseorang untuk pertama kalinya. Pembengkakan kelenjar getah bening juga ditemukan selama stadium ini. Setelah beberapa minggu, chancre tersebut akan menghilang. Stadium ini merupakan stadium yang sangat menular.


Stadium dua (secondary syphilis).
Kalau sifilis stadium satu tidak diobati, biasanya para penderita akan mengalami ruam, khususnya di telapak kaki dan tangan. Juga ditemukan adanya lesi (luka) di bibir, mulut, tenggorokan, vagina dan dubur. Kelainan pada mata ditemukan pada 5-10% penderita. Kadang juga ditemukan infeksi tulang, nyeri sendi, infeksi selaput otak, infeksi ginjal, hepatitis, dan borok pada usus besar.

Stadium tiga (tertiary syphilis).

Pada sifilis tersier, ditemukan gumma di kulit, mulut, dan saluran pernafasan bagian atas. Pada fase ini juga ditemukan kelainan pada organ jantung dan otak. Kelainan pada jantung akibat sifilis disebut sifilis kardiovaskuler, sedangkan kelainan pada otak disebut neurosifilis.

- Sifilis kardiovaskuler.
    Umumnya gejalanya baru timbul setelah 10-20 tahun setelah infeksi primer. 10% penderita sifilis akan mengalami fase ini. Kematian akibat sifilis fase ini biasanya akibat kematian pembuluh darah besar jantung seperti aorta.

- Neurosifilis.
   Seperti sifilis kardiovaskuler, neurosifilis baru timbul setelah 10-20 tahun terjadinya infeksi primer.  Pada neuro sifilis, dapat terjadi gangguan mental ringan sampai berat. Dapat juga terjadi gangguan saraf seperti kelumpuhan, kehilangan reflex, gangguan kandung kemih, impotensi, dan perasaan nyeri seperti dipotong-potong.


Kematian Akibat Sifilis

Walaupun komplikasi utama sifilis pada orang dewasa termasuk neurosifilis, sifilis kardiovaskular, dan gumma jarang terjadi karena penggunaan penisilin secara luas sejak tahun 1950-an, kematian akibat sifilis terus terjadi. Satu studi menemukan bahwa dari 113 kematian tercatat akibat penyakit menular seksual, 105 disebabkan oleh sifilis.  Sebagian besar kematian ini disebabkan oleh sifilis kardivaskuler dan neurosifilis.
Angka-angka ini terus meningkat sejak munculnya epidemi AIDS, karena penyakit ulkus kelamin (termasuk sifilis) adalah kofaktor penularan HIV secara seksual. Selain itu, pasien yang tidak diobati yang seropositif HIV memiliki peningkatan risiko untuk percepatan terjadinya  neurosifilis dan komplikasinya. Selain itu, pasien dengan HIV memiliki risiko lebih besar untuk  perkembangan atau kekambuhan dari gejala awal  neurosifilis  sampai 2 tahun setelah pengobatan dengan penisilin intramuskular atau intravena.
Sifilis kongenital adalah akibat yang paling serius dari sifilis pada wanita.  Jumlah bayi yang terjangkit sifilis akan meningkat pada ibu yang tidak mendapat pengobatan pada stadium awal.Walaupun Treponema pallidum tidak menyerang jaringan plasenta atau janin sampai bulan kelima kehamilan, tatapi sifilis akan menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, atau kematian segera setelah melahirkan di lebih dari 40% dari infeksi ibu yang tidak diobati. 5,6 kematian neonatal biasanya akibat  dari  perdarahan paru-paru, superinfeksi bakteri, atau hepatitis fulminan.